6 Manfaat Assertive Communication

Communication

Mungkin kita sering mendengar kata – kata Assertive Communication, atapun training
Assertive Communication Skill. Namun apakah arti dari Assertive Communication itu sendiri ?
Apakah kita sudah mengetahuinya?


Apakah anda sudah mengetahui apa manfaat dari Assertive Communication? Sebelum kita
mengupas manfaat dari Assertive Communication maka mari lah kita bahas terlebih dahulu
Istilah kata Assertive.

Assertive digunakan untuk menggambarkan gaya komunikasi yang saling menghormati tetapi
jelas dan tegas. Tegas disini berbeda halnya dengan komunikasi yang agresive dimana bersikap
kasar, menyalahkan, mengancam atau pun sarkastis.


Komunikasi yang tegas disini dimaksud bahwa komunikasi dilakukan dengan tidak melanggar hak orang lain dan perasaan orang lain. Jadi training Assertive Communication Skill dapat berguna
agar dapat berkomunikasi dan memuaskan semua pihak, melalui komunikasi yang
terbuka, tegas namun tetap menghargai diri sendiri dan orang lain.


Dalam konteks dunia kerja, setiap individu tentu berkeinginan untuk berkomunikasi dengan orang lain dengan menyampaikan ide, pendapat atau persepsinya dan menyenangkan setiap
pihak yang diajak berkomunikasi.


Oleh karena itu, dibutuhkan kemampuan komunikasi yang baik sehingga hubungan personal
didalam perusahaan dapat semakin erat serta mampu membawa kepada kemajuan
perusahaan.


Bentuk komunikasi dibagi menjadi 3, yaitu :

1. Aggresive Communication :
Bentuk komunikasi ini dapat mengurangi hak
orang lain dan cenderung untuk merendahkan /
mengendalikan / menghukum orang lain.
Komunikasi ini mengabaikan hak orang lain.

Ciri-cirinya adalah :
Ingin kemauan dan pendapatnya selalu diikuti
Memaksa orang untuk melakukan hal-hal yang tidak ingin dilakukan
Keras dan bermusuhan
Menyerang secara fisik atau verbal
Suka melakukan interupsi
Suka mengintimidasi
Ingin menang dengan segala cara
Suka memakai kambing hitam• 

Suka memakai figur “Big Boss”

Perumpamaan “pisau dibalik topeng senyuman” sangat sesuai dengan komunikasia gresif karena komunikasi agresif tidak menyerang secara langsung karena mereka umumnya sopan, tenang, manipulative/menjebak, merendahkan orang lain, dan sabotase. Orang yang melakukan aggressive communication akan merasa puas, menang/superior dan cenderung untuk mengulangi tindakannya.

Tetapi untuk jangka panjangnya mereka dapat merasa bersalah (saat memikirkan tindakannya), malu, dan ditinggalkan teman. Sehingga akhirnya akan terus menyalahkan orang lain atau system. Balas dendam mungkin dapat dilakukan oleh orang lain yang sebelumnya disudutkan.

2. Passive Communication (Submissive)

Bentuk komunikasi ini merupakan lawan dari komunikasi aggressive dimana pada passive
communication orang lebih cenderung untuk mengalah dan tidak dapat
mempertahankan kepentingannya sendiri. Bahkan hak mereka cenderung dilanggar
namum dibiarkan. Mereka cenderung untuk menolak secara pasif (dengan ngomel
dibelakang misalnya).

Ciri-ciri komunikasi pasif ini adalah:
Orang yang jarang mengungkapkan keinginan dan kebutuhan atau perasaan
Mengikuti tuntutan dan kemauan orang lain, karena ingin menghindari konflik
Tidak mampu mempertahankan apa yang menjadi hak dan pribadinya
Selalu mengedepankan kepentingan orang lain
Minta maaf berlebihan
Marah kecewa, frustasi dipendam
Tidak tahu apa yang diinginkan
Tidak bisa ambil keputusan
Selalu mencari-cari alasan atas tindakan

Untuk jangka pendek, komunikasi ini bisa mengakibat rasa lega, terhindar dari rasa
bersalah, bangga, dan kasihan pada diri sendiri. Namun untuk jangka panjang dapat
kehilangan percaya diri dan hormat pada diri sendiri.

3. Assertive Communication

Assertive Communication adalah komunikasi yang terbuka, menghargai diri sendiri dan
orang lain. Komunikasi assertive tidak menaruh perhatian hanya pada hasil akhir tapi juga
hubungan perasaan antar manusia.

Ciri-ciri assertive communication adalah:
Terbuka dan jujur terhadap pendapat diri dan orang lain
Mendengarkan pendapat orang lain dan memahami
Menyatakan pendapat pribadi tanpa mengorbankan perasaan orang lain
Mencari solusi bersama dan keputusan
Menghargai diri sendiri dan orang lain, mengatasi konflik
Menyatakan perasaan pribadi, jujur tetapi hati-hati
Mempertahankan hak diri.

Assertiveness pada Dunia Kerja
Ketika bekerja dan berhadapan dengan klien bukan berarti kita harus mengembangkan sikap
“Yes Bos”, dalam beberapa kasus kita harus teguh pada pendirian kita (selama didukung fakta
dan logika).
Ketika ada hal – hal yang kita anggap merugikan salah satu pihak maka perlu dilakukan
komunikasi yang assertive sehingga dapat menemukan solusi terbaik untuk kedua belah pihak.

Oleh karena itu training communication skill khususnya Assertive Communication Skill
dibutuhkan dalam dunia kerja.
Berikut manfaat dari Perilaku assertive :
1. Meningkatkan percaya diri dalam mengekspresikan diri sendiri
2. Dapat bernegosiasi lebih produktif dengan orang lain
3. Dapat merubah situasi kerja yang negatif menjadi positif
4. Meningkatkan hubungan baik antar manusia pada pekerjaan dan mengurangi
kesalahpahaman dan konflik
5. Meningkatkan pengembangan diri dan kepuasan diri pada pekerjaan/karir sesuai dengan
kemampuan
6. Mampu membuat keputusan dan lebih mempunyai peluang mendapatkan apa yang
dicari dalam hidup

Related posts